Thursday, 30 January 2014

kerisauan manusia bisa lebih dari segalanya sehingga lupa yang Esa masih ada

Tersungkur

sumpah aku menangis
aku menangis keesakan
tangisan yang bisu dan buta
aku tangisi tangga yang menggunung ku daki
akhirnya aku jatuh tersungkur dan tergelincir
adakah aku harus menyerah kalah
sedihnya
hampanya


Terperangkap

aku disapa
sapaannya aku balas
tujuanku untuk berteman
tujuannya pula berkasih

aku bertindak jujur
dia pula terlalu jujur
aku tak punya maksud
tapi bicara aku disalah tafsir

ingin aku lari
tapi kaki tak panjang
hati aku berat
jasad aku tak berdaya

apakan daya aku telinga lintah
keluhannya aku terdengar
aku cuba untuk berdepan
tapi lidah ku kelu

ingin sekali aku undurkan masa
biar aku tidak pernah dikenali
biar aku hanya menghiasi latar belakang cerita
jika sesenang ini alangkah baiknya

biar semua tiada yang tehiris
tiada yang terguris
aku senang
kau senang
semua tenang




Mengalah

lepaslah kau pergi
pergilah kau tinggalkan aku
tempat ini bukan tempat aku
tempat aku tempat kasta
yang di bawah hanya kuli semata
kau di atas
atas titik diraja kau duduk
kehormat tak bisa dibantah
tak mampu aku untuk sedarjat
jauh panggang dari api
api nya pula kecil dan nyawa ikan
walau pun kata pepatah
menyeluk pekasam
biar sampai ke pangkal lengan
aku rela berundur
menyimpan senjata dan berpaling

Simpan sendiri

sedang aku mencari
pandangan aku kelam
aku menampar diri
sanubari aku tersembam

aku cuba menggeledah
tapi jari aku tersimpul
aku mengubah arah
kaki pula tergeliat
aku menjadi kaku
mata ku mula melilau

aku menjerit
aku meraung
keliling aku sunyi
tak ada orang peduli
laungan aku jadi sia-sia

aku merintih
rintihan itu mengingatkan aku
rupanya aku bisu
walaupun punyai suara yang lantang
tapi tesorok persis emas penuh dikemam

Hilang

kenal semangat tak?
boleh tolong carikan semangat?
semangat hilang dah seminggu
kalau jumpa semangat
tolong bagitahu dia
yang aku rindu kat semangat

Terima kasih

kau sedut bagaikan menghirup oksigen
kau biarkan organ kau tercemar
dibakar
dirosakkan
malah kau selfish
kau cuba bunuh makhluk disekeliling kau
aku adalah crowd kau
walaupun jauh sebatu
udara ini telah pun kau nodai
aku tetap menagih udara yang sama
yang sama kau perlukan
yang sama kau kotorkan
aku terima karena kau darah dagingku
karena kau saudaraku
karena aku teman kau
apa aku mampu hanya menahan
menahan nafas selama mampu

Terkemam

akhirnya aku bermonolog
aku berbicara
tetapi tiada bersuara
suaranya tenggelam
jauh tenggelam di dasar hati
nak ku luah tidaklah termampu
jadinya pula tepu dan basi
yang aku ini ingin bersuara
terpaksa menahan
ku paksa mengawal
takut takut bicaraku menjadi bahan di balik cerita
paling termampu hanya
tersenyum dan melihat

everyone is finding their love, mine? only Allah knows, because of i don't even know what will happen next

Nampaknya yang senang tu menyusahkan

Wednesday, 29 January 2014

Berhenti

aku terbaring lemah longlai
aku terfikir tapi tak terkata
aku melihat dunia yang terbentang luas
aku tak nampak sedikit pun walaupun celik
tembok setebal kereta kebal  mula menjadi lutsinar
apabila ditanya apa yang aku lihat
aku terdiam seribu bahasa
fikiran ku melayang-layang tanpa titik noktah

kotak minda yang terlalu mampat dengan seribu satu cerita
cerita yang penuh plotnya
yang aku sendiri tak tahu hala tujuannya
tak tahu bila tamatnya
mampunya hanya dikemam sendiri
tak mampu berbicara
tak mampu bergerak
mampu ku hanya berhenti
berhenti dari hidup yang penuh pancaroba

sesungguhnya segalanya milik Dia
Dia yang Esa lagi Berkuasa
aku mengeluh
aku mengadu
aku meratap
atas segala ketentuannya
padahal Dia yang memberi segala......

Aku berdosa

Lena

selagi selimut membaluti tubuh
selagi itu kederat ku dikawal nafsu tidur

Teruskan

tak ape....
genggam bara api biar sampai jadi arang
alang kepalang biar angan-angan jadi kenyataan
walaupun realitinya sia-sia

entah kenapa ia dipersoalkan
padahal ini semua adalah duniawi
dia tak tahu yang dikejar itu hanyalah bayang-bayang
bayang yang bisa ditakuti

hidup perlu diteruskan
ilmu harus dicari
biar selamat tidak kesesatan

Mimpi

aku berjalan
aku melihat
aku mencari
aku tak berhenti
aku tersungkur
aku jatuh
aku bangun
aku teruskan 
aku berlari
aku berhenti
aku melangkah
aku sesat
aku ketakutan
aku membisu
aku berbisik
aku buta
aku meraba 
aku dipukul
aku terhantuk
aku terbangun
aku terjaga
rupanya aku bermimpi

Nafas Kelahiran

 Aku bernafas
Bernafas yang tak puas seperti selalu
Aku bingung
Aku hairan
Aku cuba untuk mencari di mana nafas itu
Tiba-tiba dunia ku menjadi gelap
Apabila aku celik rupanya aku berada di tanah orang
Tanah yang bukan milik aku
Tanah yang bukan asal usul ku
Tersentak ku dari lena ini
Bisik perlahan tenyata aku alpa
Aku bernafas di tanah orang
Janji ku mula terpatri
Aku ingin pulang ke tanah ku menculik kembali nafas itu

Irisokka #BJIe #kenapasayasukarumah
30 January 2014